Belajar Marketing dari Gadis 9 Tahun dengan 4000 Kaleng Biskuit nya.

Business, Motivation, Uncategorized

Di Jawa ada istilah kebo nusu gudel (Kerbau menyusu ke anak kerbau). Tidak ada yang salah. Saya pun diam-diam kadang belajar dari anak saya yang masih SMP dan SMU. Saat mereka berinteraksi, saat membicarakan grup ekskulnya, saat membicarakan idolanya, dan lain-lain. Anda pun mungkin sama.

Gadis 9 tahun menjadi marketing terbaik di Amerika? Apa yang dia lakukan? Dalam sebuah buku terjemahan karya Dr. Ibrahim Elfiky, yang baru saya baca sekitar seperlima halaman, ada kisah menarik ini. Rasanya sayang kalau tidak saya bagikan kepada Anda. Ya mungkin sambil menemani otw ke kantor bagi yang terkena macet, menghirup secangkir kopi yang masih panas, yang datang kepagian janjian dengan relasinya, atau malah cooling down dari aktivitas olahraga pagi Anda. Dan cerita ini saya kemas dengan aksen saya sehingga mungkin ada perbedaan dengan di buku yang saya baca atau peristiwa sebenarnya, namun tidak bermaksud mengurangi esensinya agar bisa menjadi inspirasi bagi Anda.

Gadis ini ditinggalkan ayahanda tercinta selama-lamanya saat berusia 5 tahun. Jangankan anak sekecil itu, orang dewasa pun akan merasakan kesedihan luar biasa jika ditinggalkan orang yang sangat dicintainya. Kasih sayang dari ibu tercintalah yang mampu menyangganya untuk menguasai diri bahwa the show must go on. Dan belas kasih dari Tuhan juga tentunya. Namun bak cerita film melo yang mengiris nadi kesedihan lalu menguras airmata penontonnya, dokter memvonis ibunya mengidap penyakit kanker. Secara medis, usianya tidak akan lebih dari setahun lagi. Ditinggal jutaan follower social media, besetannya tentu tidak akan mengalahkan rasa perih ini. Sedih yang tak terperikan. Ada hal yang membuatnya makin sedih. Bahwa ibunya punya keinginan untuk berkeliling dunia….. Vonis dokter ini laksana memasung harapannya. Terlepas dari pasal kesehatan ibunya, aspek financial juga menjadi rantai tambahan yang menguatkan pasungannya. Di saat dunia seolah tidak berpihak, ada sebuah sayembara marketing yang berhadiah USD 20.000 dan keliling dunia.

Sayembara Marketing? Banyak orang alergi dengan marketing atau penjualan. Bahkan Robert T Kiyosaki mengatakan bahwa dia dulunya adalah orang yang gagal menjual pelampung kepada orang yang mau tenggelam. Padahal Anda berkarir di bidang apapun saat ini, tidak luput dari Anda memasarkan diri Anda ke sebuah perusahaan. Pemilik perusahaan juga sama saja, dia menjual trust nya kepada karyawan, customer, investor, dan stake holder lainnya.

Dengan didorongkan oleh keinginan luhur (pinjam dikit pembukaan UUD 1945 alinea 3 karena masih berasa hari kemerdekaan kita) dan cinta tulusnya kepada ibunya, dia bertekad untuk memenangkan sayembara marketing tersebut. Siapapun tentu ingin membahagiakan orang tercintanya dengan hal-hal yang diinginkannya sebatas kemampuan kita. Nah yang hebat dari gadis ini, dia make over “sebatas kemampuannya” menjadi “saya harus bisa” dengan semangat 76. Amerika merdeka tahun 1776 bukan?

Tiba di tempat audisi, bukan belas kasihan yang diterimanya. Panitia menganggap usianya belum cukup, ditambah lagi belum ada pengalaman menjual sama sekali. So panitia sebenarnya juga tidak bersalah. Namun tekad baja anak gadis yang terus merengek ini akhirnya meluluhkan panitia. Mungkin saja niatnya tak lebih dari sekedar membuat happy anak kecil apa salahnya. Tetapi bagi gadis muda itu, ini adalah tiket luar biasa.

Begitu peluit sayembara ditiup, gadis muda ini mengetuk pintu setiap rumah yang ditemuinya dan melakukan perkenalan seperti ini :

“Aku gadis 9 tahun. Ibuku mengidap kanker. Menurut dokter, usia ibuku hanya sekitar satu tahun lagi. Ibuku punya keinginan untuk berkeliling dunia sebelum meninggalkan dunia ini. Aku menjual biskuit ini untuk memenangkan sayembara supaya bisa mengajak ibuku berkeliling dunia.”

Setelah mengucapkan introduction atas dirinya, produknya, dan targetnya, dia lebih mendekat lagi kepada pemilik rumah. Menatapnya dalam-dalam dan berkata lirih namun meyakinkan:

“Jadi Anda menginginkan berapa kaleng biskuit ini agar aku bisa mewujudkan keinginan ibuku dengan membawa ibuku berkeliling dunia?”

Wow wow wow…ho ho ho….. super closing yang luar biasa. Gadis ini bukan bertanya atau membuat statement seperti ini:

“Apakah Anda ingin berpartisipasi?” (Emangnya narik iuran 17 Agustus). “Tolong bantu satu kaleng saja ya pak/bu.” (Bantu koq mendikte jumlahnya). Atau ungkapan lainnya yang sama sekali bukan closing yang brilian. Seringkali kita sudah mengenalkan produk kita kepada calon pembeli baik one on one atau melalui presentasi, namun menutupnya dengan pertanyaan yang tidak membuat calon pelanggan lebih terkunci untuk membeli. Yang terjadi justru memudarkan lagi hasrat membelinya yang sudah menyala setelah pengenalan produk/jasa kita. Gadis ini memiliki Selling Skill luar biasa, sementara saya baru mendapatkan pelajaran ini setelah bekerja di Perusahaan kedua, alias di awal tahun ketiga dari memulai berkarir 🙂

Dengan cara tersebut di atas, gadis ini rata-rata menjual 5 kaleng biskuit ke tiap rumah yang dia ketuk. Dan kurang dari 6 bulan dia berhasil menjual 4000 kaleng biskuit! Maka dia dinobatkan sebagai juara sayembara tersebut. Apakah sampai di sini saja selling skill gadis tersebut?

Dalam lanjutan wawancara televisi setelah menceritakan perjalanannya menjadi pemenang sayembara tersebut, lalu dia di close up untuk memberikan pesan ke pemirsa. Ini ujarnya:

“Kalian telah mendengar kisahku. Aku melakukan ini untuk mewujudkan keinginan ibuku berkeliling dunia. Kalau begitu, berapa kaleng yang kalian inginkan?”

Duerrrr…………….Gadis muda ini kembali memberikan closing statement yang memiliki nilai jual tinggi. Dia bisa mengelola dengan hebat pemirsa yang bisa saja jutaan orang. Pengalaman suksesnya saat melakukan penjualan secara door to door, diterapkannya melalui media yang mampu menjangkau jutaan orang di Amerika.

Alhasil? Dia mendapatkan tambahan pesanan 70.000 kaleng dari pemirsa yang terketuk hatinya. Keadaan tertentu bisa memaksa pikiran kita begitu fokus terhadap apa yang kita kejar. Apakah Anda masih berpikir bahwa itu karena kondisinya terpaksa? Tidak salah, memng the power of kepepet yang bekerja. Tetapi apakah semua yang memiliki latar belakang kesedihan seperti ini otomatis menjadi gadis ini? Rasanya tidak banyak.

Anda pun bisa menciptakan motivasi dari sisi yang lain yang lekat dengan kondisi Anda saat ini. Carilah hal tersebut untuk menjadi alasan sekuat gadis muda dan merobohkan semua halangan Goal Anda. Meskipun tidak sekuat itu, setidaknya membuat jadi lebih fokus dan yakin. Tidak melulu soal bisnis, whatever. Ingin lebih sehat tetapi selalu terjebak pada “diet mulai besok”. Kantor baru Anda hanya menyenangkan beberapa bulan saja. Si bos selalu mereject proposal Anda padahal Anda yakin itu yang akan menutup target penjualan Anda. Anak buah Anda membuat Anda harus melakukan pekerjaan mereka 50%. Carilah alasan yang terkuat yang Anda miliki untuk lepas dari kubangan di atas. Kopi saya pas habis nih bro and sis. Next kita ngobrol hal seru lainnya untuk membuat pagi Anda selalu berwarna.

 

Leave a Reply